Kamis, 19 Mei 2011

makalah akuntansi manajemen dengan topik hutang

PEMBAHASAN
A. Pengertian Hutang
Hutang usaha ( account payable ), hutang dagang ( trade accounts payable ) merupakan saldo yang terhutang kepada pihak lain atas barang, perlengkapan, atau jasa yang dibeli dengan akun terbuka atau secara kredit. Hutang usaha muncul karena adanya kesenjangan waktu antara penerimaan jasa atau akuisisi hak aktiva dan pembayaran atasnya. Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi ( satu tahun ) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember.
Dalam hal ini perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Kewajiban memiliki tiga karakteristik utama :
1. Merupakan kewajiban saat ini yang memerlukan penyelesaian dengan kemungkinan transfer masa depan atau penggunaan kas, barang, atau jasa.
2. Merupakan kewajiban yang tidak dapat dihindari.
3. Transaksi atau kejadian lainnya yang menciptakan kewajiban itu harus telah terjadi

Timbulnya Hutang Jangka Panjang
Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfa’at dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
1. Keuntungan menarik obligasi
Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
2. Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
3. Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
B. Jenis Hutang Jangka Panjang
Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan pada dua golongan yaitu :
1. Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang diperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.
• Tujuan utama dari obligasi adalah untuk meminjam dalam jangka panjang apabila jumlah modal yang diperlukan terlalu besar untuk disediakan oleh satu pemberi pinjaman.
• Keuntungan potensial yang akan diperoleh bila perusahaan mengeluarkan obligasi adalah meningkatkan laba perusahaan, sehinggah laba untuk pemegang saham juga akan meningkat.
• Obligasi yang timbul dari suatu kontrak dikenal sebagai indenture obligasi (bond indenture) dan merupakan janji untuk membayar :
1. Sejumlah uang yang sudah ditetapkan pada tanggal jatuh tempo ditambah
2. Bunga periodik pada tingkat tertentu atas jumlah yang jatuh tempo (nilai nominal)
• Setiap obligasi dinyatakan dengan sertifikat dan mempunyai nilai nominal
• Pembayaran bunga obligasi biasanya dilakukan setengah tahunan

Jenis-Jenis Obligasi
• Obligasi berjamin adalah obligasi yang dijamin dengan harta kekayaan dengan perusahaan tertentu, dan tanpa jaminan adalah obligasi yang penerbitannya tidak dijamin dengan satu jaminan.
• Obligasi Berjangka adalah obligasi yang memiliki jatuh tempo dalam satu tanggal. Obligasi berseri adalah obligasi yang memiliki jatuh tempo secara atau berangsur. Obligasi yang dapat ditebus adalah obligasi yang memberikan hak kepada penerbitannya untuk menebus dan menarik obligasi tersebut sebelum jatuh tempo.
• Obligasi Konvertibel adalah suatu obligasi yang dapat konfersi dengan surat berharga lain pada satu waktu setelah penerbitannya. Obligasi yang didukung komoditas, dan dengan diskonto besar
Obligasi terdaftar adalah obligasi yang diterbitkan atas nama pemilik. Obligasi atas tunjuk (kupon) obligasi yang tidak tercantum nama pemiliknya dan dapat ditrasfer dari satu pemilik kepemilik lain cukup melalui penyerahan saja.
• Obligasi laba tidak membayar bunga kecuali perusahaan penerbitnya meraih laba. Obigasi Pendapatan membayar bunga dari sumber pendapatan tertentu.

• Wesel bayar jangka panjang adalah utang wesel yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu periode akuntansi. Perusahaan akan menerbitkan wesel bayar jangka panjang apabila membutuhkan dana dalam jumlah besar atau melakukan pembelian yang tidak bias dibayar langsung tetapai melalui pembayaran angsuran.

• Hutang Hipotik

Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.

1. AKUNTANSI HUTANG JANGKA PANJANG
Terdapat beberapa istilah yang harus dipahami ketika membahas akuntansi untuk kewajiban obligasi. Istilah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Nilai nominal obligasi yaitu nilai yang tercantum dalam setiap lembar obligasi. Nilai ini menunjukkan jumlah yang harus dilunasi perusahaan pada saat obligasi ini jatuh tempo. Nilai ini biasanya juga disebut dengan nilai pari (face value).
2. Tanggal Jatuh Tempo, yaitu tanggal yang menunjukkan waktu obligasi tersebut akan dilunasi oleh perusahaan.
3. Bunga Obligasi adalah bunga pertahun yang akan dibayar oleh perusahaan.
4. Tanggal bunga, yaitu tanggal yang menunjukkan kapan perusahaan akan membayar bunga. Biasanya perusahaan membayar bunga secara periodik dalam waktu satu tahun. Bunga juga bisa dibayarkan secara semesteran (yang berarti dibayar setiap 6 bulan sekali) atau triwulan (setiap tiga bulan sekali).

Hutang jangka panjang merupakan hutang yang jatuh tempo melebihi satu tahun sejak tanggal neraca. Hutang ini dapat didukung dengan penerbitan promes dan hutang seperti ini disebut hutang wesel jangka panjang. Hutang jangka panjang dapat juga didukung dengan menerbitkan sertifikat yang lazim disebut surat Obligasi. Karena akuntansi untuk hutang wesel jangka pendek di atas hakekatnya sama dengan akuntansi hutang wesel jangka panjang, maka berikut ini hanya akan dibahas hutang obligasi. Akuntansi untuk obligasi antara lain terdiri dari saat penerbitan obligasi, saat pembayaran bunga dan amortisasi premium atau diskon serta pelunasannya.
Misalkan pada tanggal 1 Maret 2003 perusahaan menerbitkan obligasi nominal Rp1.000.000.000,00 dengan bunga 12% setahun yang dibayar setiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Harga jual obligasi Rp900.000.000,00. Jangka waktu obligasi 5 tahun.




1. Saat menerbitkan obligasi
2003
Maret 1

Kas

900.000.000
Disagio Obligasi 100.000.000
Hutang Obligasi 1.000.000.000

Hutang obligasi dicatat sebesar nilai nominal yaitu nilai yang tercantum pada sertifikat obligasi. Selisih antara nilai nominal dengan kas yang diterima dicatat sebagai diskon.

1. Saat membayar bunga
2003
September 1

Biaya Bunga

60.000.000
Kas 60.000.000

Karena pada saat jatuh tempo perusahaan harus membayar sebesar nilai jatuh tempo, maka rekening disagio harus diamortisasi dengan cara mendebit rekening Biaya Bunga dan mengkredit rekening Disagio Obligasi. Jumlah amortisasi dapat ditentukan dengan metode garis lurus atau metode lain. Jika digunakan metode garis lurus, amortisasi disagio untuk 1 Maret s/d 1 September adalah :
6/12 x (100.000.000/5) = Rp10.000.000,00 dan jurnal yang dibuat adalah :
2003
September 1

Biaya Bunga

10.000.000
Disagio Obligasi 10.000.000

1. Pada akhir tahun
Pada akhir tahun ada bunga yang belum dibayar selama 4 bulan yaitu dari 1 September s/d 31 Desember 2003. Disamping itu amortisasi disagio untuk masa itu juga perlu dilakukan. Untuk itu pada tanggal 31 Desember 2003 dibuat adjustment sebagai berikut :
2003
Desember 31

Biaya Bunga

46.666.666,67
Disagio Obligasi 6.666.666,67
Hutang Bunga 40.000.000,00


1. Pada saat jatuh tempo
Jika amortisasi dilakukan secara konsisten, rekening disagio pada tanggal jatuh tempo obligasi akan bersaldo Rp6.666.666,67 yaitu disagio yang akan diamortisir untuk bulan Januari dan Pebruari 2008. Sementara itu rekening Hutang Obligasi bersaldo kredit sebesar Rp1.000.000.000,00. Karena jumlah yang dibayar sebesar Rp1.000.000.000,00 ditambah dengan bunga dari September 2007 s/d Maret 2008 maka jurnal yang dibuat sat itu adalah :

2008
Maret 1

Biaya Bunga

23.333.333
Hutang Bunga 40.000.000
Hutang Obligasi 1.000.000.000
Disagio Obligasi 3.333.333
Kas 1.060.000.000

Pada tanggal tersebut hutang obligasi sudah lunas dan rekening Hutang Obligasi bersaldo nol.

Jenis-jenis Penjualan Obligasi
Perusahaan menerbitkan obligasi dengan menetapkan nilai nominalnya untuk setiap lembar obligasinya. Ketika perusahaan menjual obligasi ini, maka nilai jual obligasi bisa berbeda dengan nilai nominalnya. Harga jual bisa di atas nilai nominal, bisa juga dibawah nilai nominal. Bila obligasi dijual dengan harga jual dibawah nilai nominal, maka obligasi dijual dengan diskonto. Apabila obligasi dijual dengan harga jual diatas nilai nominal maka obligai dijual dengan premi. Perlakuan akuntansi untuk masing-masing jenis penjualan ini adalah sebagai berikut :
1) Penjualan Obligasi dengan diskonto
Penjualan obligasi dengan diskonto adalah pejualan obligasi oleh perusahaan dengan harga jual di bawah nilai nominalnya. Biasanya perusahaan menjual obligasi dengan harga dibawah nilai nominalnya disebabkan oleh karena perusahaan memberikan tingkat bunga obligasi di bawah tingkat bunga pasar, misalnya bunga bank. Jika tingkat suku bunga obligasi lebih rendah dari pada suku bunga pasar, maka untuk menarik minat calon investor, perusahaan akan mengabil langkah ini. Bila terjadi penjualan obligasi dengan diskonto, maka akan terjadi selisih antara nilai jual dengan nilai nominal obligasi. Selisih ini disebut dengan diskonto utang obligasi. Sebagai contoh 2: kembali pada contoh 1 di atas, apabila obligasi dijual dengan harga Rp. 9.500.000,- yang berarti terdapat diskonto obligasi sebesar Rp. 500.000,-. Maka jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut :

Akun diskonto utang obligasi bukan merupakan akun aset atau kewajiban, tetapi hanya merupakan akun untuk penilaian kewajiban. Akun ini disebut disebut dengan contra account, sehingga keberadaannya akan dilaporkan sebagai pengurang nilai nominal obligasi di neraca sebagaimana dalam halaman berikut.

2) Penjualan obligasi dengan Premi
Penjualan obligasi dengan premi adalah pejualan obligasi oleh perusahaan dengan harga jual di atas nilai nominalnya. Biasanya perusahaan menjual obligasi dengan harga diatas nilai nominalnya disebabkan oleh karena perusahaan memberikan tingkat bunga obli gasi di atas tingkat bunga pasar, misalnya bunga bank. Selisih antara nilai nominal dan nilai jual yang terjadi sebagai akibat penjualan obligasi dengan premi disebut dengan Premi Utang Obligasi.


Sebagai contoh 3: dari contoh 1 di atas, apabila obligasi dijual dengan harga Rp. 10.500.000,- yang berarti terdapat premi obligasi sebesar Rp. 500.000,-. Maka jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut :



Akun premi utang obligasi bukan merupakan akun aset atau kewajiban, tetapi hanya merupakan akun untuk penilaian kewajiban. Akun ini disebut disebut dengan adjunct account dan dilaporkan sebagai penambah nilai pari/nilai nominal/ nilai jatuh tempo obligasi. Pelaporan premi utang obligasi adalah sebagai berikut :

3) Penjualan obligasi diantara tanggal bunga
Dalam kasus obligasi diterbitkan diantara tanggal bunga, maka pembeli obligasi akan membayar lebih dulu bunga (interest accrued) yang akan diterimanya pada tanggal pembayaran bunga periode berikutnya. Bunga yang harus dibayar adalah bunga dari pembayaran terakhir sampai dengan tanggal pembayaran bunga berikutnya. Contoh 4: Obligasi 10 tahun nilai pari Rp. 8.000.000,- tertanggal 1 januari 2007, bunga obligasi 10 tahun dibayar tiap semester (tanggal 1Januari dan 1 Juli) diterbitkan tanggal 1 Maret 2007, pada nilai pari ditambah dengan bunga yang di accrual kan.
Maka jurnal untuk mencatat penerbitan obligasi ini adalah:

Pada tanggal 1 Juli 2007, pada saat perusahaan melakukan pembayaran bunga tengah tahunan akan membuat jurnal sebagai berikut :


C. Pelaporan Analisis Hutang Jangka Panjang
Pelaporan hutang jangkah panjang merupakan salah satu bidang yang paling controversial dalam pelaporan keuangan. Karna hutang jangka panjang mempunyai dampak yang signifikan terhadap arus kas perusahaan, maka persyaratan pelaporan harus subtanstif dan informative.

1. Pembiayaan di luar neraca (of balance sheet financing)
Pembiayaan di luar neraca adalah suatu upaya untuk meminjam uang dengan cara sedemikian rupa sehingga kewajibannya tidak tercatat.

Bentuk pembiayaan di luar neraca :
• Anak perusahaan yang tidak terkonsolidasi yaitu suatu pelaporan dalam neraca yang tidak melaporkan aktiva dan kewajiban anak perusahaannya.
• Entitas dengan Tujuan Khusus atau Special Purpose Entity(SPE)
Ada pihak lain yang mendanai perusahaan itu tanpa dicatat oleh nerca dengan jaminan bahwa lembaga ini atau lembaga luar lain akan membeli semua produksi yang di prouksi pabrik itu.
• Lease Operasi yaitu cara lain agar perusahaan tidak lagi mencangtumkan hutang di neraca.



2. Analisis Hutang Jangka Panjang
Pemegang saham dan kreditor jangka panjang berkepentingan dengan solvensi jangka panjang perusahaan, terutama kemampuannya membayar bunga yang akan jatuh tempo. Hutang terhadap total aktiva dan berapa kali bunga dihasilkan adalah dua rasio yan memberikan informasi tengtang kemampuan membayar hutang.

• Rasio Hutang Jangka Panjang
Rasio hutang jangka panjang mengukur presentasi total aktiva yang disediakan oleh kreditor.


Total hutang
Hutang terhadap Total aktiva =
Total aktiva

• Rasio Berapa Kali Bunga Dihasilkan
Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga ketika jatuh tempo.


Laba sebelum pajak penghasilan dan beban bunga
Hutang terhadap Total Aktiva =
Beban Bunga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar