Rabu, 15 Februari 2012

PERILAKU BIAYA

Perilaku biaya didefinisikan : bagaimana biaya akan bereaksi atau berubah dengan adanya perubahan tingkat aktivitas bisnis. Kunci untuk memprediksi biaya secara efektif tergantung pada pemahaman pola perilaku biaya.
Tipe-tipe Pola Perilaku Biaya
Ada tiga pola perilaku biaya yaitu variabel, tetap dan mixed (semivariabel). Proporsi relatif masing-masing tipe biaya tersebut disebut sebagai struktur biaya (cost structure). Struktur biaya perusahaan akan sangat mempengaruhi dalam pembuatan keputusan.
Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah secara proporsional terhadap perubahan tingkat aktivitas. Suatu biaya bersifat variabel dikarenakan “sesuatu hal”. Suatu hal tersebut adalah basis aktivitasnya. Basis Aktivitas adalah ukuran segala sesuatu disebut juga cost driver. Beberapa basis aktivitas yang umum adalah jam tenaga kerja langsung, jam mesin, unit yang diproduksi, dan unit yang dijual.
• Biaya Variabel Sejati Vs Biaya Variabel Bertahap
Biaya variabel sejati, bahan langsung sungguh berperilaku sebagai biaya variabel karena jumlah yang digunakan selama satu periode akan memiliki proporsi langsung dengan tingkat aktivitas produksi. Sedangkan biaya yang terjadi karena borongan dan turun atau naik hanya karena perubahan yang besar dalam tingkat aktivitas disebut biaya variabel tertutup.
Biaya tetap
Yaitu biaya yang berapapun jumlah aktivitasnya maka biayanya tidak berubah namun karena total biaya tetap bersifat konstan, jumlah biaya tetap per unit akan semakin kecil bila tingkat aktivitasnya naik.
• Tipe Biaya tetap
Biaya tetap biasanya disebut biaya kapasitas karena biaya tersebut terjadi karena adanya gedung, peralatan, karyawan profesional yang terlatih, dan item lainnya yang dibutuhkan untuk menyediakan kapasitas pokok untuk mempertahankan aktivitasnya. Untuk tujuan perencanaan, biaya tetap dipilah menjadi biaya yang ditetapkan dan biaya kebijakan.
Biaya tetap yang telah ditentukan berkaitan dengan investasi fasilitas, peralatan dan struktur organisasi pokok dalam suatu perusahaan. Contoh biaya ini meliputi penyusutan gedung, dan peralatan, pajak bangunan, asuransi, dan gaji manajemen puncak dan karyawan profesional.
Biaya tetap kebijakan. Biaya ini disebabkan oleh keputusan tahunan yang dibuat oleh manajemen untuk membelanjakan biaya tetap tertentu. Contoh biaya tetap kebijakan termasuk iklan, riset, hubungan masyarakat, program pengembangan manajemen, dan magang untuk para mahasiswa.

Mixed Cost

Mixed cost adalah biaya yang terdiri dari elemen biaya variabel maupun biaya tetap atau juga disebut biaya semivariabel. Ada tiga metode untuk menganalisis biaya semivariabel yang mendasarkan pada catatan biaya dan aktivitas yang terjadi. Ketiga metode tersebut adalah sebagai berikut :
a. High-low method
Dimulai dengan mengidentifikasi periode dengan tingkat aktivitas yang paling rendah dan periode dengan tingkat aktivitas yang paling tinggi. Perbedaan biaya pada kedua periode tersebut dibagi dengan perubahan aktivitas antara kedua periode ekstrem tersebut untuk memperkirakan biaya variabel per unit aktivitas.
b. Scattergraph approach
Metode ini memperhitungkan semua data biaya. Grafik ini memperhitungkan semua titik. Garis yang ditarik dari titik-titik tersebut adalah garis regresi. Garis regresi adalah garis rata-rata.
c. Least squares regression
Program ini menyediakan sejumlah manfaat statistik lainnya untuk mengestimasi titik potong (biaya tetap) dan slope (biaya variabel per unit).
High low method adalah metode yang paling sederhana dan dapat digunakan untuk memperkirakan biaya tetap dan biaya variabel secara cepat tetapi memiliki kelemahan karena hanya mendasarkan pada dua titik saja. Pada umumnya, metode least squares regression digunakan untuk menentukan rumus biaya meskipun metode scattergraph juga dapat memberikan hasil yang bagus. Metode least squares regression bersifat objektif dan berbagai macam statistika dapat secara otomatis diperoleh dengan menggunakan paket program statistika meskipun menggunakan metode least squares regression, data tetap harus diplot untuk mengkonfirmasikan bahwa hubungan tersebut sungguh linear.
Manajer menggunakan susunan biaya berdasarkan perilakunya untuk dasar pembuatan keputusan. Untuk menjawab kebutuhan ini, laporan laba rugi disusun berdasarkan format kontribusi. Format kontribusi mengklasifikasikan biaya dalam laporan laba rugi berdasarkan perilakunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar