Pengertian Perilaku Biaya
Prilaku biaya adalah biaya yang akan bereaksi atau berubah dengan adanya perubahan tingkat aktivitas bisnis. Pemahaman terhadap perilaku biaya adalah kunci beberapa pembuatan keputusan organisasi. Manajer yang mengetahui keputusan biaya akan mampu memprediksi dengan lebih baik yang akan terjadi pada biaya dalam berbagai kondisi.
Usaha pengambilan keputusan tanpa memiliki pemahaman terhadap biaya dan bagaiman biaya ini berubah denagn adanya perubahan tingkat aktivitas akan mengakibatkan turunnya tingkat laba. Manajer harus mampu memprediksi secara akurat kondisi biaya dalam berbagai tingkat aktivitas.
Pemacu Biaya
Jumlah minimum dari pemicu yang diperlukan dalam sistem biaya berdasarkan akivitas tergantung dari pertimbangan tingkat akurasi dari laporan biaya produk yang diinginkan dan kompleksitas dari bauran produk yang diproduksi. Semakin tinggi tingkat akurasi yang dipertimbangkan, jumlah pemicu yang dibutuhkan semakin banyak menurut Copper dan Kaplan (1991), terdapat tiga faktor yang mempengaruhi jumlah pemicu biaya yang diperlukan, yaitu:
• Diversitas dari Produk
Diversitas pada produk terjadi apabila produk mengkonsumsi aktivitas dalam proporsi yang berbeda. Derajat diversitas dari produk diukur dengan menentukan rasio konsumsi aktivitas tiap produk dan membagi rasio aktivitas yang tinggi dengan rasio konsumsi aktivitas yang rendah untuk menentukan derajat diversitas dari produk-produk yang
dianalisa.
• Biaya relatif dari aktivitas yang ditelusuri (relative cost of activities aggregated)
Biaya relatif dari aktivitas menyatakan persentase biaya aktivitas terhadap total biaya proses produksi. Pada proses produksi dengan aktivitas-aktivitas yang bersifat agregat, biaya relatif dari aktivitas sangat berpengaruh, karena semakin tinggi biaya relatif dari aktivitas akan menghasilkan distorsi yang tinggi apabila penelusuran konsumsi dari produk tidak akurat akibat penggunaan pemicu aktivitas yang tidak sesuai (jumlah dan jenis pemicu aktivitas).
• Tingkat diversitas volume produksi
Diversitas dalam volume produksi terjadi apabila produk diproduksi dalam ukuran kelompok produk (batch) yang berbeda. Pengaruh kedua sumber distorsi tersebut saling bertentangan apabila high-intensity product diproduksi dalam ukuran batch yang lebih besar dari low-intensity product, sehingga apabila pengaruh dari volume diversity melebihi distorsi yang ditimbulkan volume diversity kondisi yang terjadi adalah high-intensity, high-volume product akan lebih-kalkulasi sedangkan low-intensity. Low-volume product terjadi kurang-kalkulasi.
Kondisi sebaliknya akan terjadi apabila pengaruh product diversity lebih dominan. Jika derajat diversitas dari volume produksi sama dengan derajat diversitas dari produk, laporan dari biaya produk yang dihasilkan lebih akurat.
• Interaksi ketiga faktor yang mempengaruhi pemilihan pemicu biaya
Secara khusus semakin tinggi biaya relatif dari aktivitas yang ditelusuri (yang tidak berhubungan dengan volume produksi), distorsi yang dihasilkan dari penelusuran biaya berdasarkan unit produksi akan bertambah besar. Sedangkan product diversity dan volume diversity masing-masing dapat saling memperkuat dan berlawanan terhadap distorsi yang terjadi.
Jenis-Jenis Perilaku Biaya
Biaya Tetap
• Biaya Tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran perubahan volume kegiatan tertentu.
• Besar kecilnya biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi perusahan jangka panjang, teknologi dan metode serta strategi manajemen.
Commited Fixed Cost
• Commited fixed cost sebagian besar berupa biaya tetap yang timbul dari pemilikan pabrik, ekuipmen, dan organisasi pokok.
• Perilaku biaya ini merupakan semua biaya yang tetap dikeluar kan, yang tidak dapat dikurangi guna mempertahankan kemampuan perusahaan di dalam memenuhi tujuan jangka panjangnya. Contoh : biaya depresiasi, pajak bumi dan bangunan, sewa, asuransi dan gaji karyawan utama.
Descretionary Fixed Cost
• Yakni merupakan biaya : (a) yang timbul dari keputusan penye diaan anggaran secara berkala (biasanya tahunan) yang secara langsung mencerminkan kebijakan manajemen puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang diizinkan untuk dikelu arkan, dan (b) yang tidak dapat menggambarkan hubungan yang optimum antara masukan dengan keluaran (yang diukur dengan volume penjualan, jasa atau produk)
Biaya Variabel
• Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
• Biaya variabel per unit konstan (tetap) dengan adanya peru- bahan volume kegiatan.
Engineered Variable Cost
• Engineered Cost adalah biaya yang memiliki hubungan fisik tertentu dengan ukuran kegiatan tertentu.
• Merupakan biaya yang antara masukan dan keluarannya mempunyai hubungan erat dan nyata. Contoh : biaya bahan baku.
Discretionary Variable Costs
• Yakni merupakan biaya yang masukan dan keluarannya memiliki hubungan yang erat namun tidak nyata (bersifat artifi sial).
• Jika keluaran berubah maka masukan akan berubah sebanding dengan perubahan keluaran tersebut. Namun jika masukan berubah, keluaran belum tentu berubah dengan adanya perubahan masukan tersebut.
• Contoh biaya iklan.
Biaya Semi Variabel.
• Yakni biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel di dalamnya.
• Unsur biaya yang tetap merupakan jumlah biaya minimum untuk menyediakan jasa, sedangkan unsur variabel merupakan bagian dari biaya semivariabel yang dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.
Prosedur pemisahan biaya semi variabel
Biaya semi variabel memiliki unsur biaya tetap dan biaya variabel. Untuk memisahkan biaya semi variabel ke dalam elemen biaya tetap dan biaya variabel, ada dua pendekatan yang digunakan yaitu :
a. Pendekatan analisis (Analytical approach)
Dalam pendekatan ini diadakan kerjasama antara bagian teknik dengan bagian penyusunan anggaran untuk mengadakan penyelidikan terhadap tiap-tiap kegiatan atau pekerjaan, untuk menentukan perlu tidaknya suatu biaya, jumlah biaya pada berbagai kegiatan untuk pekerjaan tertentu, metode pelaksanaan pekerjaan yang paling efisien, dan jumlah biaya yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut pada berbagai tingkat kegiatan.
b. Pendekatan historis (Historical approach)
Pendekatan ini mencoba menentukan fungsi biaya dengan cara menganalisis tingkah laku biaya yang terjadi di masa lalu dalam hubungannya dengan volume kegiatan. Dalam pendekatan historis, data biaya selama beberapa periode dikumpulkan dan di hitung biaya tetap dan biaya variabelnya dengan menggunakan metode tertentu.
Ada tiga metode yang dapat digunakan yaitu :
1. Metode Biaya Terjaga (Stand by Cost Method)
Metode ini mencoba menghitung beberapa biaya yang harus tetap dikeluarkan andaikata perusahaan di tutup untuk sementara, jadi produknya sama dengan nol. Biaya ini di sebut biaya terjaga, dan biaya terjaga ini merupakan bagian yang tetap.
2. Metode Titik Tertinggi dan Terendah (Hight and Low Point Method)
Metode ini merupakan teknik pemisahan biaya variabel dengan cara membandingkan biaya pada tingkat kegiatan yang paling tinggi dibandingkan dengan biaya tersebut pada tingkat kegiatan terendah di masa lalu. Selisih biaya yang di hitung merupakan unsur biaya variabel dalam biaya tersebut. Sedangkan biaya tetap mengurangi biaya semi variabel dengan biaya variabelnya.
3. Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method)
Metode ini menganggap bahwa hubungan antara biaya dan volume kegiatan berbentuk garis lurus dengan persamaan.
Y = a + b x
Dimana :
Y = Total biaya semi variabel
a = Biaya tetap
b = Biaya variabel satuan
n = Jumlah data
x = Volume kegiatan
Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Mei 2011
Rabu, 18 Mei 2011
Akuntansi Manajemen dan Lingkungan Bisnis
AKUNTANSI MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN BISNIS
A. Pengertian Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajerial berkaitan dengan penyediaan informasi untuk manajer yaitu orang di dalam organisasi yang memberikan arahan dan mengendalikan operasi organisasi. Akuntansi manajerial menyediakan data-data penting yang memberikan informasi kegiatan organisasi. Akuntansi manajemen menyiapkan berbagai macam laporan. Beberapa laporan kegiatan.
B. Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajerial
Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajerial
C. Hubungan Akuntansi Manajemen, Akuntansi Keuangan, dan Akuntansi Biaya
Selain perbedaan yang ada seperti yang disajikan pada data sebelumnya, antara akuntasi keuangan dan akuntansi menajemen memiliki persamaan, yaitu :
1. Baik akuntansi keuangan maupun akuntansi manejemen merupakan pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan.
2. Akuntansi keuangan dan akuntansi menajemen juga berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
Akuntansi keuangan (financial accounting) berkaitan dengan penyediaan informasi untuk pemegang saham , kreditur, dan pihak-pihak lain yang berada diluar organisasi. Sedangkan akuntasi biaya mempunyai tujuan untuk menghitung biaya produksi dalam rangka menetapkan harga pokok produk baik yang dibuat secara pesanan ataupun massal dan menyusun laporan biaya guna memenuhi kepentingan manjemen.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa akuntasi biaya merupakan bagian dari akuntasi keuangan dan akuntansi manajemen karena akuntansi biaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak luar dan pihak dalam perusahaan, bukan berdiri sendiri diantara akuntansi biaya dan akuntansi manajemen.
D. Perubahan Lingkungan Bisnis
Kompetisi dalam berbagai industri menjadi kompetisi global dan langkah-langkah inovasi jasa dan produk mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam dua dekade terakhir banyak perusahaan dan para karyawannya mengalami perubahan yang drastis. Revolusi ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap praktik akuntansi manajerial. Bagaimanapun juga sangat penting untuk memiliki apresiasi bagaimanakah organisasi melakukan transformasi untuk menjadi lebih kompetitif. Sejak awal tahun 1980-an, beberapa perusahaan telah melakukan serangkaian tahapan program perbaikan, dimulai dengan just-in-time (JIT) dan melalui total quality management (TQM), proses rekayasa ulang, dan serangkaian program manajemen yang lain termasuk teori kendala Theory of Constraints (TOC). Bila program-program ini dijalankan dengan tepat, program perbaikan ini akan dapat meningkatkan kualitas, pengurangan biaya, peningkatan output, pengurangan penundaan pelayanan kepada konsumen, dan akhirnya meningkatnya laba.
a. Just-in Time
Bila perusahaan menggunakan sistem pengendalian persediaan dan produksi just in time (JIT), perusahaan membeli material dan memproduksi unit output sesuai dengan permintaan aktual dari konsumen. Just in time berarti bahwa bahan baku diterima segera masuk ke proses produksi, bahan-bahan produksi yang lain segera digabungkan dan dikerjakan, dan produk yang telah jadi segera dikirimkan kepada konsumen.
b. Total Quality Management (TQM)
Pendekatan paling populer dalam rangka perbaikan yang terus-menerus disebut total quality management. Ada dua karakteristik utama Total quality management yaitu, 1) fokus pada pelayanan konsumen, dan 2) pemecahan masalah secara sistematik dengn menggunakan tim yang ada di garda depan. Tim garda depan ini dibekali dengan berbagai macam alat-alat khusus yang spesifik. Salah satu alat manajemen itu adalah benchmarking yang dilakukan dengan mempelajari organisasi-organisasi terbaik yang ada untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) adalah pendekatan sistematis yang didasarkan pada fakta untuk melakukan perbaikan terus menerus.
c. Rekayasa Ulang ( Proses Reengineering)
Proses Reengineering adalah pendekatan yang lebih radikal dibandingkan dengan TQM. Sebagai ganti perbaikan sistem yang dirancang serial dan bertahap, dalam prose reengineering suatu proses bisnis diplot dalam suatu diagram secara detail, dikritisi, dan kemudian dirancang ulang untuk menghilangkan langkah-langkah yang tidak diperlukan, mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dan pengurangan biaya. Proses reengineering memfokuskan untuk menyederhanakan dan menghilangkan aktivitas yang tidak bermanfaat. Ide pokok proses reengineering yaitu bahwa setiap aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah terhadap produk dan jasa harus dihilangkan.
d. Teori Kendala / TOC ( Theory of Constraints )
Kendala atau constraint adalah segala sesuatu yang menghambat anda untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Setiap individu dan organisasi setidaknya memiliki satu kendala, sehingga sangat mudah untuk mendapatkan contoh kendala. Karena kendala menjadi penghambat untuk meraih apa yang diinginkan, pengelolaan berdasarkan Theory of Constraints menjadi faktor kunci sukses.
E. Akuntansi Manajemen dalam Organisasi
Setiap organisasi besar ataupun kecil membutuhkan manajemen dan tentunya memiliki seorang manajer. Harus ada orang yang bertanggung jawab untuk membuat perencanaan, mengorganisasi sumber daya, mengarahkan karyawan dan mengendalikan operasi. Manajer di setiap perusahaan melakukan tiga aktivitas utama-perencanaan, pengarahan dan motivasi, serta pengendalian.
• Perencanaan : Meliputi pemilihan serangkaian aktivitas dan spesifikasi bagaimana aktivitas tersebut akan dilaksanakan.
Langkah pertama dalam perencanaan adalah megidentifikasikan dan memilih dari berbagai alternatif yang tersedia alternatif yang terbaik bagi organisasi. Dari data-data yang tersedia, manajemen puncak biasanya akan melihat volume penjualan, profit margin, dan biaya outlet-outlet lain yang berada di lokasi yang sama. Data yang disediakan oleh akuntan manajemen ini akan dikombinasikan dengan data rencana volume penjualan di pasar yang baru untuk memperkirakan tingkat laba yang dapat dihasilkan. Secara umum, seluruh alternatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam tahap perencanaan memiliki efek terhadap pendapatan dan biaya dan data akuntansi manajemen menjadi sangat esensial untuk memperkirakan efek tersebut.
• Pengarahan dan Memberi Motivasi
Meliputi aktivitas untuk menggerakkan orang-orang untuk melaksanakan aktivitas yang sudah direncanakan dan menjalankan kegiatan rutin, Manajer memberikan arahan tugas kepada para karyawan, menengahi perselisihan yang terjadi, menjawab pertanyaan yang muncul, menyelesaikan segera permasalahan yang muncul dalam aktivitas operasi, dan membuat keputusan kecil-kecil yang akan berpengaruh terhadap para karyawan dan konsumen. Data akuntansi manajerial, seperti laporan penjualan harian, selalu digunakan untuk membuat keputusan harian.
• Pengendalian
Meliputi aktivitas untuk memastikan bahwa perencanaan telah dilaksanakan dan telah disesuaikan dengan kondisi yang ada dan lingkungan yang selalu berubah. Dalam aktivitas pengendalian ini, manajer membutuhkan feedback yang merupakan sinyal apakah operasi organisasi berada dalam jalur yang telah direncanakan. Feedback merupakan alat yang sangat efektif untuk melakukan pengendalian. Dalam organisasi yang canggih, feedback ini disajikan secara detail dan dalam berbagai versi laporan.
• Hasil Akhir Aktivitas Manajer
Apa yang dialami oleh konsumen selama berada di outlet tidak terjadi begitu saja, semua itu merupakan hasil dari kerja manajer yang merealisasikan serangkaian proses yang harus dikerjakan.
A. Pengertian Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajerial berkaitan dengan penyediaan informasi untuk manajer yaitu orang di dalam organisasi yang memberikan arahan dan mengendalikan operasi organisasi. Akuntansi manajerial menyediakan data-data penting yang memberikan informasi kegiatan organisasi. Akuntansi manajemen menyiapkan berbagai macam laporan. Beberapa laporan kegiatan.
B. Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajerial
Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajerial
C. Hubungan Akuntansi Manajemen, Akuntansi Keuangan, dan Akuntansi Biaya
Selain perbedaan yang ada seperti yang disajikan pada data sebelumnya, antara akuntasi keuangan dan akuntansi menajemen memiliki persamaan, yaitu :
1. Baik akuntansi keuangan maupun akuntansi manejemen merupakan pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan.
2. Akuntansi keuangan dan akuntansi menajemen juga berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
Akuntansi keuangan (financial accounting) berkaitan dengan penyediaan informasi untuk pemegang saham , kreditur, dan pihak-pihak lain yang berada diluar organisasi. Sedangkan akuntasi biaya mempunyai tujuan untuk menghitung biaya produksi dalam rangka menetapkan harga pokok produk baik yang dibuat secara pesanan ataupun massal dan menyusun laporan biaya guna memenuhi kepentingan manjemen.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa akuntasi biaya merupakan bagian dari akuntasi keuangan dan akuntansi manajemen karena akuntansi biaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak luar dan pihak dalam perusahaan, bukan berdiri sendiri diantara akuntansi biaya dan akuntansi manajemen.
D. Perubahan Lingkungan Bisnis
Kompetisi dalam berbagai industri menjadi kompetisi global dan langkah-langkah inovasi jasa dan produk mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam dua dekade terakhir banyak perusahaan dan para karyawannya mengalami perubahan yang drastis. Revolusi ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap praktik akuntansi manajerial. Bagaimanapun juga sangat penting untuk memiliki apresiasi bagaimanakah organisasi melakukan transformasi untuk menjadi lebih kompetitif. Sejak awal tahun 1980-an, beberapa perusahaan telah melakukan serangkaian tahapan program perbaikan, dimulai dengan just-in-time (JIT) dan melalui total quality management (TQM), proses rekayasa ulang, dan serangkaian program manajemen yang lain termasuk teori kendala Theory of Constraints (TOC). Bila program-program ini dijalankan dengan tepat, program perbaikan ini akan dapat meningkatkan kualitas, pengurangan biaya, peningkatan output, pengurangan penundaan pelayanan kepada konsumen, dan akhirnya meningkatnya laba.
a. Just-in Time
Bila perusahaan menggunakan sistem pengendalian persediaan dan produksi just in time (JIT), perusahaan membeli material dan memproduksi unit output sesuai dengan permintaan aktual dari konsumen. Just in time berarti bahwa bahan baku diterima segera masuk ke proses produksi, bahan-bahan produksi yang lain segera digabungkan dan dikerjakan, dan produk yang telah jadi segera dikirimkan kepada konsumen.
b. Total Quality Management (TQM)
Pendekatan paling populer dalam rangka perbaikan yang terus-menerus disebut total quality management. Ada dua karakteristik utama Total quality management yaitu, 1) fokus pada pelayanan konsumen, dan 2) pemecahan masalah secara sistematik dengn menggunakan tim yang ada di garda depan. Tim garda depan ini dibekali dengan berbagai macam alat-alat khusus yang spesifik. Salah satu alat manajemen itu adalah benchmarking yang dilakukan dengan mempelajari organisasi-organisasi terbaik yang ada untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) adalah pendekatan sistematis yang didasarkan pada fakta untuk melakukan perbaikan terus menerus.
c. Rekayasa Ulang ( Proses Reengineering)
Proses Reengineering adalah pendekatan yang lebih radikal dibandingkan dengan TQM. Sebagai ganti perbaikan sistem yang dirancang serial dan bertahap, dalam prose reengineering suatu proses bisnis diplot dalam suatu diagram secara detail, dikritisi, dan kemudian dirancang ulang untuk menghilangkan langkah-langkah yang tidak diperlukan, mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dan pengurangan biaya. Proses reengineering memfokuskan untuk menyederhanakan dan menghilangkan aktivitas yang tidak bermanfaat. Ide pokok proses reengineering yaitu bahwa setiap aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah terhadap produk dan jasa harus dihilangkan.
d. Teori Kendala / TOC ( Theory of Constraints )
Kendala atau constraint adalah segala sesuatu yang menghambat anda untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Setiap individu dan organisasi setidaknya memiliki satu kendala, sehingga sangat mudah untuk mendapatkan contoh kendala. Karena kendala menjadi penghambat untuk meraih apa yang diinginkan, pengelolaan berdasarkan Theory of Constraints menjadi faktor kunci sukses.
E. Akuntansi Manajemen dalam Organisasi
Setiap organisasi besar ataupun kecil membutuhkan manajemen dan tentunya memiliki seorang manajer. Harus ada orang yang bertanggung jawab untuk membuat perencanaan, mengorganisasi sumber daya, mengarahkan karyawan dan mengendalikan operasi. Manajer di setiap perusahaan melakukan tiga aktivitas utama-perencanaan, pengarahan dan motivasi, serta pengendalian.
• Perencanaan : Meliputi pemilihan serangkaian aktivitas dan spesifikasi bagaimana aktivitas tersebut akan dilaksanakan.
Langkah pertama dalam perencanaan adalah megidentifikasikan dan memilih dari berbagai alternatif yang tersedia alternatif yang terbaik bagi organisasi. Dari data-data yang tersedia, manajemen puncak biasanya akan melihat volume penjualan, profit margin, dan biaya outlet-outlet lain yang berada di lokasi yang sama. Data yang disediakan oleh akuntan manajemen ini akan dikombinasikan dengan data rencana volume penjualan di pasar yang baru untuk memperkirakan tingkat laba yang dapat dihasilkan. Secara umum, seluruh alternatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam tahap perencanaan memiliki efek terhadap pendapatan dan biaya dan data akuntansi manajemen menjadi sangat esensial untuk memperkirakan efek tersebut.
• Pengarahan dan Memberi Motivasi
Meliputi aktivitas untuk menggerakkan orang-orang untuk melaksanakan aktivitas yang sudah direncanakan dan menjalankan kegiatan rutin, Manajer memberikan arahan tugas kepada para karyawan, menengahi perselisihan yang terjadi, menjawab pertanyaan yang muncul, menyelesaikan segera permasalahan yang muncul dalam aktivitas operasi, dan membuat keputusan kecil-kecil yang akan berpengaruh terhadap para karyawan dan konsumen. Data akuntansi manajerial, seperti laporan penjualan harian, selalu digunakan untuk membuat keputusan harian.
• Pengendalian
Meliputi aktivitas untuk memastikan bahwa perencanaan telah dilaksanakan dan telah disesuaikan dengan kondisi yang ada dan lingkungan yang selalu berubah. Dalam aktivitas pengendalian ini, manajer membutuhkan feedback yang merupakan sinyal apakah operasi organisasi berada dalam jalur yang telah direncanakan. Feedback merupakan alat yang sangat efektif untuk melakukan pengendalian. Dalam organisasi yang canggih, feedback ini disajikan secara detail dan dalam berbagai versi laporan.
• Hasil Akhir Aktivitas Manajer
Apa yang dialami oleh konsumen selama berada di outlet tidak terjadi begitu saja, semua itu merupakan hasil dari kerja manajer yang merealisasikan serangkaian proses yang harus dikerjakan.
Audit Laporan Keuangan dan Tanggung Jawab Auditor
Azas-azas yang Mendasari Audit Laporan Keuangan
Hubungan Antara Akuntansi dan Auditing
Metode akuntansi mencakup kegiatan mengidentifikasi bukti dan transaksi yang dapat mempengaruhi entitas. Setelah identifikasi, maka bukti dari transaksi ini diukur , dicatat , dikelompokkan , serta dibuat ikhtisar dalam catatan akuntansi. Hasil proses ini adalah penyususna dan distribusi laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting prinsiple/GAAP).
Audit laporan keuangan yang khas terdiri dari upayamemahami bisnis dan industri klien serta mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan laporan keuangan manajemen, sehingga memungkinkan auditor meneliti apakah pada laporan keuangan tersebut telah menyajikan posisi keaungan yang entitas, hasil operasi, serta arus kas secara wajar sesuai dengan GAAP.
Hubungan antara akuntansi dan auditing
Pelaporan Keuangan
Akuntansi | Auditing |
· Menganalisa bukti dan transaksi · Mengukur dan mencatat data transaksi · Mengelompokkan dan mengikhtisarkan data yang dicatat · Mengevaluasi kewajaran · Menyusun laporan keuangan sesuai GAAP · Mengirimkan laporan keuangan dan laporan auditor kepada para pemegang saham setiap tahun | · Memahami bisnis dan industri klien · Memperoleh dan mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan keuangan · Membuktikan laporan disajikan secara wajar sesuai dengan GAAP · Menyatakan pendapat dalam laporan audit · Mengirimkan laporan audit kepada klien · Mengirimkan rekomendasi yang memilki nilai tambah kepada manajemen dan dewan direksi |
Pembuktian dan Pertimbangan Profesional Dalam Audit Laporan Keuangan
Audit dilakukan berdasarkan asumsi bahwa data laporan keuangan dapat diteliti untuk pembuktian. Dikatakan dapat diteliti untuk pembuktian apabila ada dua atau lebih orang yang memiliki kualifikasidapat memberikan kesimpulan dan serupa dari data yang diperiksa. Auditor hanya mencari dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas kewajaran laporan keuangan. Dalam melakukan pemeriksaan, auditor memperoleh bukti untuk meyakinkan validitas dan ketetapan perlakuan akuntansi atas transaksi dan saldo.
Kebutuhan Akan Audit Laporan Keuangan
Perlunya akan dilakukan audit independenatas laporan keuangan dapat dilihat lebih lanjut pada empat kondisi berikut :
1. Pertentangan kepentingan
2. Konsekuensi
3. Kompleksitas
4. Keterpencilan
Manfaat Ekonomi Suatu Audit
· Akses ke pasar modal
· Biaya modal yang lebih rendah
· Penagguhan inefisiensi dan kecurangan
· Peningkatan pengendaliandan Operasional
Keterbatasan Audit Laporan keuangan
Suatu audit laporan keuangan memiliki sejumlah keterbatasan yaitu :
Ø Biaya yang memadai.
Pembatasan biaya audit dapat menimbulkan keterbatasan pengujian, atau penarikan sampel dari catatan akuntansi.
Ø Jumlah waktu yang memadai
Laporan audit yang begitu banyak perusahaan akan terbit dalam waktu tiga sampai liam minggu sampai tanggal neraca. Hambatan ini mempengaruhi jumlah bukti yang diperoleh tentang peristiwa dan transaksi setelah tanggal neraca yang berdampak pada laporan keuangan.
Pihak yang berhubungan dengan Auditor Independen
Dalam auditor laporan keuangan, auditor menjalin hubungan profesional dengan empat kelompok penting, yaitu :
Ø Manajemen
manajemen menunjukkan kelompok perorangan yang secara aktif merencanakan, melakukan kordinasi, serta mengendalikan jalannya operasi dan transaksi klien.
manajemen menunjukkan kelompok perorangan yang secara aktif merencanakan, melakukan kordinasi, serta mengendalikan jalannya operasi dan transaksi klien.
Ø Dewan Direksi dan Komite Audit
Dewan direksi perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan dioperasikan dengan cara terbaik untk kepentingan para pemegang saham
Ø Auditor Internal
Seorang auditor independen memilki hubungan kerja yang dekat dengan auditor internal yang ada pada perusahaan klien. Auditor juga memiliki kepentingan langsung dengan pekerjaan internal yang berkaitan dengan stuktur engendalian intern klien.
Ø Pemegang Saham
Pemegang saham mengandalkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk mendapatkan keyakinan bahwa manajemen telah melaksanakana tugas yag dibebankan dengan penuh tanggang jawab.
Standar Auditing
Sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya, tiga organisai yang menetapkan standar auditing di Amerika Serikat yaitu : AICPA, IIA, dan GAO. Yang menjadi perhatian dalam bab ini yaitu standar audit yang ditetapkanoleh AICPA ntuk audit laporan keuangan.
Divisi Standar Auditing pada AICPA bertanggang jawab menetapkan standar udit untuk profesi akuntan publik. Salah satu lengan dari devisi ini adalah auditing stabdar board yang ditunjuk sebagai badan teknis senior dari AICPA untuk menerbitkan dan mengumumkan standar audit.
Standar auditing yang berlaku umum
Terdapat 3 standar umum :
· Keahlian dan Pelatihan Teknis yang Memadai
Kompetensi auditor ditentukan oleh 3 faktor :
· Pendidikan universitas formal untuk memasuki profesi
Langganan:
Postingan (Atom)